Industri Kelapa Sawit


Harga Karet di Riau Anjlok

Posted in News oleh raprapmedan pada Oktober 15, 2008
Rabu, 15 Oktober 2008 09:30 WIB
Penulis : Rudi Kurniawansyah
PEKANBARU–MI: Ribuan petani karet di Riau semakin terpukul karena harga getah karet terus anjlok hingga lebih dari 50 jika dibandingkan harga sebelumnya.

Harga getah karet saat ini hanya sekitar Rp4.000 per kilogram (kg). Padahal, sebulan lalu mencapai Rp13.000.

Anjloknya harga komoditas itu menyusul jatuhnya harga tandan buah segar (TBS) sawit ke titik terendah dalam dua tahun terakhir, yakni Rp250 per kg.

“Harga karet saat ini dihargai hanya Rp4.000 per kilogram. Dengan harga ini, kami hanya dapat mengantongi Rp320 ribu per 80 kg hasil panen sepekan,” kata Jumaris, petani karet di Desa Siabu, Kecamatan Bangkinang Barat, Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (14/10).

Padahal, ujar Jumaris, sebulan lalu para petani karet dapat mengantongi uang sebesar Rp1.040.000 untuk hasil panen seberat 80 kg. “Kami tidak tahu penyebab jatuhnya harga getah ini. Penurunan harga terjadi sejak September lalu,” jelasnya.

Hal serupa juga dirasakan oleh para petani karet di Kabupaten Rokan Hulu. Sebab, harga jual getah karet di tingkat tengkulak juga anjlok pada kisaran Rp4.000 sampai Rp4.500 per kg.

Jatuhnya harga karet otomatis berdampak negatif kepada para buruh penyadap getah karet. “Saya hanya mendapat Rp100 ribu untuk hasil panen getah selama sepekan. Jumlah sebesar itu mana cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Mujiono, salah seorang penyadap karet di Desa Sukadamai, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu.

Bagi buruh penyadap karet, ujarnya, penghasilan yang diperoleh mereka adalah sepertiga bagian hasil panen. Dua per tiga lainnya bagian pemilik kebun.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perkebunan karet di Riau merupakan salah satu yang terbesar di Sumatra dengan luas 514.469 ha. Sedangkan lahan kelapa sawit luas perkebunannya mencapai 1.530.153 ha.

Sementara itu, harga TBS kelapa sawit sudah lebih dulu merosot dan kini hanya dihargai Rp250 per kg. Angka tersebut jauh dari normal, mengingat lonjakan harga pupuk di tingkat petani saat ini mencapai Rp600 ribu. (RK/BG/OL-01)
Source: mediaindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: